Tampilkan postingan dengan label Cooking Tips N Tricks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cooking Tips N Tricks. Tampilkan semua postingan
Lumpia Semarang Gurih

Lumpia Semarang Gurih


Lama nggak bikin Lumpia...hihi. Beragam resep Lumpia udah pernah aku share di web ini, dari yang versi Lumpia semarang goreng, basah, manis, hingga penggantinya pakai Bengkoang jika tidak ada rebung, lumpia sayur, tahu, jamur dll..semua ada di webku. 

Aneka resep Lumpia silahkan cek di link berikut ya, siapa tahu bisa jadi ide menu untuk takjil buka puasa...buat penyuka gorengan. Jadi..kalau biasanya berbuka dengan yang manis itu sunnah...kalau berbuka dengan gorengan..wajib..hahah...kadang kalau guyonan penyuka gorengan gitu ya. Tapi memang nikmat, berbuka dengan gorengan anget-anget ketika sudah hilang dahaga dengan minum minuman manis, dll.


Jadi silahkan di pilih mau bikin Lumpia apa ya teman-teman. Untuk kulit Lumpia, jika yang tipis aku lebih suka beli, praktis di sini banyak. Karena jika buat sendiri, repot dan ribet. Aku yang bikin biasa yang di dadar jika ingin kulit lumpia yang beda. Kalau yang di beset itu agak susah prosesnya. Jadi adonan seperti adonan roti yang lembek gitu kemudian di besetkan ke wajan besi panas. Jadi hasil bisa tipis. Aku pernah lihat di sentra industri kulit lumpia di Kranggan, kalau melihat sich mudah, tapi prakteknya susah..hahah. Kalau mau kursus di sana juga bisa lho..tapi mahal aku pernah tanya..3 jutaan..hahah. Ah..mending beli kulit lumpia jadi mah kalau aku..3 ribu bisa dapat 15 lembar udah tinggal bungkus...hahah. 

Oke..jadi hari ini aku mau share resep Isian Lumpia Semarang yang versi gurih ya. Jadi di Semarang itu Lumpia di pinggir jalan kebanyakan itu manis sekali...karena over kecap atau gula. Menurutku malah mblenger rasanya. Apalagi yang beli di pinggir-pinggir jalan. Jika mau Lumpia yang enak dan soft rasanya bisa di coba di Lumpia Gang Lombok. Di situ ringan aja isinya enak. Nah..kalai ini aku mau share isian Lumpia Semarang  yang rasanya ringan gurih aja..nggak manis banget.

Isian kulit Lumpia rebung banyak yang mengeluhkan aromanya yang agak kurang sedap. Sebenernya jika fresh..rebung itu nggak bau lho teman-teman. Yang bau itu biasanya sudah lama di rendam di air, atau rebung kaleng. Alhamdulillah kalau di pasar dekat rumah banyak rebung fresh yang baru terus. Tapi jika buat teman-teman, jika menemukan rebung yang kurang segar, rebus bebeberapa kali ya agar berkurang aromanya. Bumbuin dengan lebih kuat, tapi tetap seimbang ya gurihnya.

Oke..aku share resepnya ya..semoga bermanfaat buat teman-teman..dan selamat mencoba ya...:
Lumpia Semarang Gurih

Bahan :
Kulit Lumpia Siap Pakai

Bahan Isian :
500 gram Rebung segar , potong korek api, rebus
100 gram Udang segar, kupas, cincang kasar
1 sendok makan gula ( sesuai selera )
1 sendok teh kaldu jamur / ayam dan garam sesuai selera
2 sendok makan saus tiram
2 - 4 butir Telur ( jumlah telur sesuai selera, makin enak jika banyak telurnya )
100 ml air

Bumbu Halus :
6 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 sendok teh merica butiran

Cara membuat :
Tumis bumbu halus hingga harum dan matang
Masukkan Udang, aduk hingga berubah warna, sisihkan di pinggir wajan
Masukkan telur, buat orak arik
Masukkan rebung, air dan bumbu lain, aduk rata
Masak hingga meresap dan agak kering
Siapkan kulit lumpia, beri isi secukupnya
Gulung, rekatkan ujungnya dengan putih telur
Goreng hingga matang
Sajikan hangat ya, agar tetap kres rasanya


Kale Krispi

Kale Krispi


Kale....baru kali ini aku makan Sayuran ini..hihi. Ndeso tenan..lha dari dulu seringnya cuma dengar dari teman-teman yang di luar negeri tentang Sayur ini yang konon katanya bisa menggantikan Daun Singkong. Nggak sengaja nemu di supermarket seger banget dan bentuknya unik..cantik..keriting gitu. Langsung beli dech. Niat awal mau tak buat garnish motret aja..hihi. Tapi setelah aku posting di Ig, banyak yang kasih saran di masak enak..dan sayuran ini katanya tergolong sayur yang sangat super bergizi..jadi sayang ya jika cuma di buat garnish motret aja...hahah.


 Daun Kale seperti ini ya teman-teman :


Tapi waktu aku cari-cari resep Kale ini kok terbatas di internet, setelah banyak masukan dari teman-teman di Ig, katanya banyak di olah jadi menu apa saja..termasuk Pecel atau Urap pun bisa...karena kalau di luar banyak di pakai buat Salad. Sementara aku nggak doyan Salad...:D

Akhirnya tadi niatku mau tak buat Urap, tapi waktu lagi menggoreng Jamur Krispi untuk Yodha..aku coba selembar Daun Kalenya, aku goreng pakai Tepung. Wah..teryata enak sekali rasanya. Rasanya unik,..gurih..jika di goreng memang mirip daun Singkong rasanya...tapi lebih enak Kale ini..jika di goreng Krispi. lebih enak dari Bayam juga jika di buat Keripik. Rasanya unik, pokoknya..cobain dech teman-teman. 

Kale ini walau sepintas mirip sama Selada, tapi ini bukan seperti Daun Selada yang cepat lembek dan mudah layu ya. Daun kale ini lebih kuat dan lebih berserat. lebih wulet gitu..jadi nggak mudah rusak seperti Selada. Di rebuspun  jika sebentar, rasanya masih kres-kres renyah ndan cantik warnanya. Makanya cocok di goreng hingga kering atau jadi Keripik Kale. 

Sayangnya di kita lumayan masih mahal harganya, 1 ikat 10 ribu..hihi. Tapi lumayan lah masih bisa di masak..daripada jika aku beli Petterseli, cuma aku buat garnish doang..nggak pernah aku masak..hahah. Abis agak aneh rasanya kalau Petterseli. Kalau daun kale ini..aku doyan. 

Untuk cara membuat Kale Krispi ini mudah banget...karena aku pakai Tepung krispi..jualanku..hihi. jadi Kalenya di cuci bersih, siapkan adonan Tepung Krispi yang di larutkan dengan air hingga jadi adonan yang encer. Celup daun kale ke adonan basah ini, gulingkan ke Tepung Krispi kering sambil di cubit..goreng hingga kering di api sedang. Angkat jika Daun kale sudah kelihatan kering, tapi jangan sampai kecolatan ya..agar rasanya tidak berubah. Sajikan..enak..kriuk-kriuk...

Yang mau pesan Tepung krispi..selalu ready ya teman-teman..karena Tepungnya fresh di buat baru terus produksi pabrik tepung lokal Semarang sini, jadi kita hanya memakai bahan-bahan yang berkualitas...di buat juga fresh..beberapa hari sekali jika sudah habis..hihi. Di buat dari Tepung kemasan premium, produksi pabrik lokal sini yang kita mix dengan bumbu rempah pilihan yang berkualitas juga. Jika mau order, silahkan sms atau wa aja ke 089654712500.


Tips Membuat Roti Dengan Bread Maker

Tips Membuat Roti Dengan Bread Maker



Beberapa minggu ini lagi seneng buat Roti..karena punya alat baru untuk nguleni adonan rotinya..Bread Maker. Jadi..seperti biasa ya..aku review ya fungsi dan cara pakai alat ini teman-teman..semoga bermanfaat buat teman-teman yang maju mundur cantik...mau beli atau tidak..hihi. Aku pun dulu begitu..dari dulu pengen beli..tapi mikir..kepakai nggak ya..hasilnya enak nggak ya..hihi. Jadi daripada penasaran terus aku akhirnya nekad aja beli. Dan ternyata untukku berguna banget untukku, minimal untuk menguleni adonan..hihi.

Review ini buat teman-teman yang pengen punya Bread Maker ya..yang masih setia dan rajin nguleni tangan ya boleh-boleh saja kok..anggap aja sedikit informasi baru ya nggak...saolnya kadang-kadang niat kita share sesuatu itu kan untuk berbagi aja..tapi ada juga yang menanggapi secara negatif. Kalau aku yang berkecimpung di dapur, sudah pasti jika ada alat baru untuk dapur ya seneng aja mencoba. Jika bermanfaat aku share, agar bisa juga jadi infomasi untuk teman-teman lain yang membutuhkan. Jadi sudah jadi kerjaan Food Blogger jika mereview gadget dapur yang baru..ya kan..seperti halnya blogger kecantikan..kerjaannya mereview alat make up baru, Travel Blogger, kerjaannya mereview Hotel, Tempat wisata , resto dll..fungsinya ya sama..untuk memberikan informasi yang bermanfaat kepada pembaca. Jadi perlu suatu alat atau tidak, misalnya Bread Maker ini, kembali lagi, tergantung kebutuhan masing-masing ya individu ya. Jika tidak suka postingan tentang alat dapur..silahkan di lewati saja postingannya..hihi.

Kalau aku setelah mencoba Bread Maker ini..sangat pasti bilang..aku butuh..hihi. Karena semakin banyaknya pekerjaan aku, kadang mau membuatkan cemilan atau Roti untuk Yodha..suka nggak sempat. Nah dengan alat ini sangat berguna untukku, minimal untuk menguleni adonan, minimal, jika mau bikin Donat, Roti Panggang, Roti goreng, dll...karena alat sangat praktis, kita tinggal masukin bahan, selanjutnya mesin yang bekerja. Jadi setiap hari mau bikin Roti tawarpun, atau roti lainpun, sangat mudah..tentu lebih sehat dan fresh ya..karena kita bisa pakai bahan yang berkualitas dan kita buat baru, anget juga..sudah pasti lebih enak. Hasil panggangan roti dengan mesin Bread maker ini hasilnya untkku lebih memuaskan..di banding di oven biasa. Cuma sayangnya Rotinya jadi bentuk kotak semua...hahah. Jadi kadang yaa ngalahin di panggang di oven jika mau bentuk lain. Jadi fungsi Bread Makernya hanya untuk menguleni adonan saja...jika kita mau b uat Roti yang pakai isian atau mau di bentuk selain kotak. jadi fungsinya sama seperti Mixer roti ya waktu menguleni adonan, kelebihannya..kalau Bread Maker bisa sekalian untuk memanggang Rotinya sekalian..jika hanya mau membuat sekedar Roti Tawar atau Roti Sobek yang berbentuk kotak. Alat panggangnya panasnya oke kok..mirip oven juga, tapi karena kecil, jadi panasnya pas optimal.

Hasil ulenan adonan Roti pakai Bread Maker ini oke banget menurutku, beda sama hasil ulenan tanganku hihi. Kalau menguleni Donat, Roti goreng, Bakpao itu masih sanggup aku pakai tangan...tapi kalau Roti Oven itu aku malas pakai menguleni pakai tangan karena butuh perjuangan untuk benar-benar kalis dan elastis, walau tau triknya. Bread maker ini berguna banget, jika sewaktu-waktu mau menguleni adonan, mau bikin Roti tawar atau Roti lain sesering mungkinpun nggak bakal pegel tho tangan kita...kita pas banyak kerjaan..ya mending serahkan saja sama ahlinya..ya tho..ya si Bread Maker ini.Kemaren saking senengnya berkeperimen dengan Bread Maker aku bikin dua macam Roti dalam sehari. Capek ?..Nggak sama sekali dong..kan yang kerja mesinnya...hihi. Kita tinggal mbentuk-mbentuk aja...!

Jadi menguleni Roti pakai Bread Maker ini, asal takaran bahan pas, hasilnya sangat oke..elastis banget. Jadi selanjutnya tinggal di proofing, di bentuk, lalu di oven rotinya. Alat untuk menguleni adonan di mesin Bread maker ini, pada dasarnya mirip mixer roti, dia akan memutar adonan, di banting-banting hingga kalis, tapi bantingnya muter-muter aja di mesinnya..hihi. Yang mau lihat seperti apa persinya cara kerja Bread Maker ini, sudah aku post videonya di Ig aku ya..di akun @bunda_didi. Untuk fungsi yang paling sering aku pakai adalah fungsi Dough dan Bake. Ada juga sich fungsi lain total ada 10 tombol fungsi, misal mau bikin Bread ala luar, Sweet Bread, dll. Dari mesinnya di lengkapi juga resep dasar roti..tapi aku kurang cocok, jadi lebih suka pakai resep roti biasa ala Indonesia, sehingga hasilnya lebih lembut dan empuk.

Jadi, pada dasarnya, nggak harus pakai resep bawaan dari mesinnya lho. Pakai Resep sendiri juga bisa. Kuncinya, pakai tombol Dough atau adonan saja. Jika mau bikin Roti Tawar, bisa langsung di panggang di Bread Makernya, kan kotak hasilnya..hihi. Kalau mau bikin roti manis lain, baru dech di panggang di oven. Alhamdulillah roti anget dan menul-menul...mudah di buat kapan saja di rumah. Yodha nggak mau lagi di beliin roti Bakery sekarang..hihi. Kalau masalah lama waktu..menurutku nggak perlu di pikirkan..bikin Roti manual kan juga tetap lama. Jika nguleni pakai mesin Bread Maker ini sekitar 30 menit hingga kalis. Tapi di waktu 30 menit itu kan kita bisa ngerjain kerjaan lain, nggak perlu di pantengin juga ntar kalis sendiri, dan mesinnya bunyi...hihi. Jadi menurut aku, berguna kah Bread Maker ? Untuk aku..sangat berguna...minimal untuk menguleni adonan dan bikin Roti Tawar fresh sesering mungkin.

Oke...jika masih ada yang di tanyakan tentang Bread Maker ini, silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar ya..atau mau wa aku ya boleh..di 089654712500. Tapi aku ndak jual mesinnya lho ya..hihi. Silahkan cek di toko peralatan rumah tangga atau di online banyak juga yang jual berbagai merk. Sesuaikan dengan budget masing-masing..hihi. Jika ingin membeli, periksa juga watt nya ya..kalau punyaku wattnya 100 pas menguleni adonan, dan 700 ketika memanggang..jadi normal aja seperti peralatan rumah tangga lain ya.

Oke, semoga bermanfaat ya sedikit info mengenai Bread Maker ini ya teman-teman...nah sekarang aku mau share Resep Roti tanpa Telur yang memakai mesin Bread Maker ini waktu menguleninya ya, dan ini yang versi Tanpa Telur, pas kehabisan Telur jadi bisa uji coba jika tanpa telur gimana, dan alhamdulillah tetap okeh Rotinya walau dengan bahan minimalis...:D
Roti Tanpa Telur

Bahan :
400 gram Tepung Terigu Protein Tinggi
75 gram Gula Pasir
260 ml susu cair
1 1/2 sendok teh ragi instan
50 gram mentega dan 1/2 sendok teh garam

Cara membuat :
Masukkan Susu cair ke kotak adonan Bread Maker
Tambahkan Tepung Terigu hingga menutupi Tepung
Beri lubang di tengah Tepung, masukkan ragi
Masukkan Gula pasir
Nyalakan Bread Maker, tekan tombol Dough
Tunggu hingga proses selesai sekitar 30 menit
Diamkan adonan hingga double size
Kempeskan adonan agar udara keluar
Potong-potong adonan sesuai selera
Diamkan 10 menit 
Bentuk dan isi sesuai selera, kali ini aku isi Sosis
Olesi susu cair, taburi wijen untuk pemanis
Panggang dalam oven sekitar 20 menit hingga matang
Note :
Jika belum punya Bread maker, di uleni biasa boleh juga teman-teman. Uleni semua bahan kecuali Mentega dan garam Jika sudah setengah kalis, masukkan mentega dan garam..uleni hingga kalis dan elastis..adonan lentur..jika di bentangkan seperti kain tipis ( lama tergantung kekuatan tangan masing-masing ya..hihihi )
Adonan roti yang kalis, mudah di bentuk seperti ini ya teman-teman..lentur dan lembut adonannya. Hasil Rotinya jadinya lembut dan empuk...jika adonan kalis seperti ini ya.

Cara membentuk adonan seperti ini ya...jika mau buat Roti isi Sosis seperti aku ya...:D Ini pakai Sosis yang kultnya edible ya bisa di bikin..takutnya ada yang protes..kok kulit sosinya nggak di kupas..:D




Pizza Pakai Keju Quick Melt

Pizza Pakai Keju Quick Melt


Pizza lagi...sejak jualan Tepung mix Pizza, jadi sering bikin pizza...karena jadi penyelamat jika lagi malas masak dan ke pasar. Karena praktis, tinggal uleni adonan bentar, kasih toping sesuai isi apa aja yang ada di freezer, jadi dech menu makan pengganti Nasi. Kalau frozen food macam sosis, daging asap, dll kan selalu ada di kulkas..jadi ya paling cepat di buat jadi Pizza gini.

Membuat adonan Pizza ngga serumit bikin roti kok. Di uleni sebentar saja hingga kalis, diamkan hingga mengembang, tipiskan, beri toping..panggang di suhu besar, dan..jadi dech homamade Pizza yang biusa kita sesuaikan selera, mau renyah tipis bisa, mau di buat tebal empuk seperti ini juga bisa. Kali ini aku buat empuk, karena Yodha mintanya yang empuk. Tinggal kita buat agak tebel adonannya. 

Untuk toping, bebas..bisa pakai daging asap, sosis, daging cincang dll. Jika pakai daging mentah, tumis dulu hingga matang ya. Jika pakai daging asap atau sosis, bisa langsung di potong-potong aja...cepat kok matangnya. Biar sedep jangan lupa bawang bombay ya..agar Pizza makin gurih. Nah untuk Keju, bisa sesuai selera, mau Keju Mozzarella yang mahal boleh, atau pakai keju quick melt yang ekonomis juga boleh.

Memang sich Pizza yang di oven ada kurang sensasi gosong ala Pizza bakar yang pakai oven bara seperti di resto-resto, karena dilema, jika di panggang kelamaan akan ada efek gosong tapi jadi keras. Kalau aslinya di Italia atau di resto gitu ovennya kan seperti gua kecil yang berisi bara api, lalu Pizza di bakar sebentar aja udah matang dan ada efek gosong-gosong renyah atasnya...hihi. Tapi ya nggak apa-apa dech Pizzanya agak putih, yang penting rasanya enak..hihi. Dan yang jelas jika buat sendiri, bisa toping suka-suka kan dan bisa lebih melimpah topingnya.

Biasanya kadang kita suka enggan bikin Pizza, karena keju Mozarella lumayan mahal. Padahal nggak pakai Keju Mozarella juga bisa sich, tinggal kita ganti pakai Keju quick Melt. Hasilnya bisa meleleh juga, walau tak seindah jika pakai Keju Mozarella ya. Tapi lumayan lah, dari pada mau bikin Pizza nggak punya Keju Mozarella terus nggak jadi..kan lebih baik gunakan bahan yang ada di rumah.

Untuk kali ini aku nggak share resep ya, karena aku pakai Tepung Pizza siap pakai jualanku..hihi. Sudah komplet sama sausnya. Sausnya dalam bentuk bubuk sudah berbumbu rempah ala Italia, tinggal kita seduh air dingin, nanti akan jadi saus Pizza yang kental dan tinggal di oles ke adonan pizza, lalu di beri toping sesuai selera...dan tinggal kita panggang. Aku jual sepaket sama Tepung pizzanya. Cara membuatnya semua ada di kemasan ya. Mudah kok. Jika ada yang mau coba, silahkan bisa wa atau sms ke 089654712500.



Kulit Pastel Yang Bisa di Panggang

Kulit Pastel Yang Bisa di Panggang


Weekend kemaren aku buat pastel untuk keponakan yang pada menginap di rumah. Nah..kemaren masih ada sisa adonan isi. Jadi aku buat lagi untuk cemilan suami. Aku pengen coba goreng pastel pakai Air fryer yang tanpa minyak. Akhirnya aku coba, dan berhasil matang dan renyah juga. Seneng dech..jadi sedikit mengurangi minyak kan..walau adonannya tetep ada campuran minyaknya...hihi. Tapi paling nggak kan gorengnya nggak pakai minyak. Kalau untuk adonan aku pakai minyak kedelai. Aku sekarang untuk menumis lagi beralih ke minyak kedelai atau minyak jagung..ya semoga aja lebih sehat ya.

Untuk membuat adoan kulit Pastel yang bisa di goreng tanpa minyak atau di panggang di oven, kuncinya...adonan jangan terlalu di uleni, jadi di aduk hingga mengumpal saja. Adonan aku pakai margarin butter, misal Blueband Cake & Cookie atau Filma Gold itu lho..yang bisa membuat adonan kue lebih renyah. Nah..jika buat campuran adonan pastel ini, jadi bisa renyah ketika di panggang. Jadi resep ini selain bisa di goreng tanpa minyak pakai Air Fryer, bisa di panggang juga di oven juga kok teman-teman.

Waktu membuat adonan aduk-aduk ringan saja hingga adonan bergumpal dan lembab. Jangan terlalu di uleni. Jika terlalu di uleni, gluten akan terbentuk, jadi kulit lentur dan elastis, nanti jika di panggang nggak bisa renyah, nanti malah alot. Menipiskan adonan juga harus agak tipis ya agar matang hingga ke bagian dalam juga ketika di panggang. Kalau aku pakai Air friyer, bentuknya agak jadi nggak rapi lagi..karena berdesakan di kotak Air Fryer yang kecil pastelnya..hihi. Jika mau rapi di panggang aja di oven di susun rapi di loyang, pasti lebih cantik hasilnya. Itu waktu aku balik ada yang towel pecah juga kena cepitan pastelnya..hihi. Next time aku mau pakai oven aja biar lebih rapi. Kemaren aku coba satu biji pakai oven, hasilnya sama renyahnya.

Oke, langsung saja aku share ya resep kulit Pastel yang bisa di panggang ya teman-teman...untuk isiannya aku pakai isian favorit aja..yaitu Ragout ayam, wortel dan kentang seperti biasanya. Resep isian Pastel sudah sering aku share ya..di webku ini, salah satunya di SINI.

Kulit Pastel Panggang

Bahan :
250 gram Tepung terigu protein rendah ( misal kunci biru atau pita merah )
2 sendok makan minyak sayur ( aku pakai minyak kedelai )
50 gram margarin butter 
Air secukupnya
1/2 sendok teh garam

Cara membuat :
Campur Margarin butter dengan minyak, lelehkan
Tuang ke Tepung dan garam ketika masih panas, sambil di carup-carup hingga adonan lembab, tambahkan sedikit air untuk membuat adonan jadi bergumpal lembab agak kalis ( jangan di uleni )
Diamkan adonan 10 menit agar lebih lemas ketika di gilas
Ambil sedikit adonan, tipiskan
Adonan kulit siap di beri isian


Tips Membuat Risoles

Tips Membuat Risoles


Kemaren aku buat risoles dalam jumlah banyak untuk acara 7 harian Bapak. Aku posting di Instagram, banyak teman-teman yang menanyakan tips kulit risoles agar tidak mudah sobek. Sebenarnya sudah banyak resep risoles aku posting di web, namun kali ini aku akan bahas tips-tipsnya ya...agar teman-teman yang baru belajar bikin Risoles, bisa membuatnya dengan lebih baik.

Risoles, sebenarnya mudah saja, namun yang pertama kita harus perhatikan, adalah komposisi adonan kulitnya harus pas. Tidak terlalu tebal dan juga tidak terlalu tipis. Jika terlalu tebal, nanti akan terasa *mblenger, karena masih ada lapisan pankonya. Jika di goreng  juga kadang terlalu keras nanti kulitnya. Jika terlalu tipis, mudah robek dan berminyak risolnya..jadi harus pas ya. Yang pas itu, kulit risolesnya lembut, namun tetap kuat, lentur dan tidak mudah sobek.

Takaran adonan kulit risoles favoritku yang pas menurutku itu : 150 gram tepung terigu protein sedang, 2 butir telur dan 400 ml cairan, bisa pakai susu atau air biasa, dan sedikit garam. Jika pakai susu tentu adonan lebih lembut, namun jika mau hemat, pakai air biasa juga bisa. Adonan harus di aduk hingga rata dan di saring agar halus dan tidak bergerindil. Waktu memanggang Risol adonan harus sering di aduk, agar tetap rata.

Nah, yang kedua, proses pemanggangan. Waktu memanggang kulit risoles, biarkan hinggat benar-benar set, jangan di bolak balik, nanti jika sudah set dan matang akan lepas dengan sendirinya. Jika belum matang sudah di angkat makan kulit akan sobek. Jika adonan pas, tidak masalah di panggang hingga agak matang, masih lentur kok kulit risolnya. Jadi juga bisa di simpan paling nggak untuk besok harinya jika di panggang hingga matang kulitnya. Jikaa mau lebih praktis, gunakan wajan kewalik atau crepes maker, itu sangat efektif juga untuk membuat kulit Risoles dengan cepat teman-teman.

Yang ketiga, adalah membentuk risolnya, agar bentuknya seragam, jumlah isinya harus sama. Jika belum bisa mengira seberapa isinya agar sama, timbang saja pakai timbangan digital atau pakai takaran sendok, jadi pasti nanti akan sama ukurannya. Padatkan isian di ujung kulit Risoles bentuk memanjang, jadi nanti ketika di gulung akan padat dan canti Risolesnya. Jika isinya kurang padat, makan ketika di goreng akan menggelembung Risolesnya.

Selanjutnya, waktu melapis dengan panir, jangan gunakan kocokan telur, karena lebih boros ya. Tapi gunakan sisa adonan kulit untuk bahan pencelup sebelum di lapis Panko, maka lapisan Pankonya akan cantik merata dan tidak mudah lepas ketika di goreng. Waktu melapisi Panko, tidak perlu di tekan-tekan terlalu kuat, nanti malah lepas lapisannya, karena kan adonan cair agak licin di kulit risol, jika di tekan-tekan malah terkelupas semua. Cukup baluri merata dan tekan perlahan, sesudah di celup ke adonan pencelup, nanti Panko akan menempel dengan sendiri. Simpan di kulkas terlebih dahulu agar lebih set ketika di goreng. Dengan cara ini makan lapisan Pankonya tidak akan banyak yang rontok.

Untuk bahan isian Risoles, sebenarnya kita bisa banyak berkreasi kok teman-teman. Tidak hanya isi Ragout aja, tapi  bisa isi aneka tumisan sayuran, dll. Seperti yang aku buat kemaren, aku buat risoles isi Makaroni, Risoles isi tumisan Soun, Ayam, Jamur dan sayuran, jadi lebih lebih variatif isinya. Jika nggak sempat membuat isian, kita juga bisa membuat isian dari Mayo, Daging Asap, atau Sosis, dll..jadi dech Risoles Mayo. Jika mau manis, kita pun bisa membuat isian dari Pisang, durian, dll. Pasti akan lebih variatif ya...apalagi jika teman-teman yang punya usaha snack di rumah, pasti akan lebih menarik, dengan banyak variasi isian Risolesnya.

Oke,...segitu dulu ya tips hari ini, semoga bermanfaat ya teman-teman...untuk resep aneka isian Risoles, silahkan cek di postingan lamaku. Untuk Isi Makaroni, resepnya di SINI. Untuk isian tumisan Ayam Sayuran, resepnya di SINI. Untuk risoles isi Ragout, resep di SINI. Untuk isian Mayo dan Daging Asap, silahkan lihat resepnya di SINI. Ada juga cara melipat Risol Segitiga, sudah pernah aku tulis di SINI. Selamat mencoba...:)


Tips Tempura Udang Keriting

Tips Tempura Udang Keriting


Hari ini masih sibuk banget, jadi masak ya simple-simple aja buat Yodha. kalau aku apa aja masuk lah..yang penting makan Nasi merah, ada tumis sayurpun cukup..hihi. Yang penting itu buat Yodha. Kalau Papinya katanya lagi mau diet juga ..jadi lagi nggak semangat makan. Yo wis lah..yang penting Yodha malah lagi semangat-semangatnya makan ini..laperan terus..hihi.

Sebentar lagi Yodha pulang, jadi aku upload sekalian hasil Tempura gorengan ku hari ini..karena cantik sekali hasilnya..bisa keriting cantik..hihi. Biasanya cuma gendut-gendut mulus aja...walau tekturenya udah sip renyah. Jadi mumpung internet di rumah lagi  bersahabat. Ini lho..aku kemaren baru dapat tips menarik menggoreng tempura Udang teman-teman. Nggak sengaja nonton acara kuliner di Afc lagi mengulas tentang Tempura..hostnya itu lagi jalan-jalan ke Jepang dan mencoba berbagai macam Tempura. Ternyata di sana aslinya, ada yang versi mulus seperti yang sering aku buat kulit luarnya..ada juga yang versi keriting. Yang versi keriting ini yang menarik perhatianku, karena jadi makin cantik bentuk Tempuranya.

Kuncinya ternyata, adonan harus selalu dalam kondisi dingin, dan suhu minyak harus sudah pas. Caranya mengetes minyak sudah panas atau belum, seperti yang aku liat di acara Afc itu, kita perciki sedikit adonan Tempura, jika langsung menyebar seperti kremesan, itu tandanya suhu minyak sudah pas, lalu adonan Tempura tinggal di masukkan. Waktu memasukkan Udang yang di celup tepung juga, jangan langsung di tenggelamkan ya..hihi. Emangnya Kapal di tenggelamkan...lol. Jadi pegangin dulu ekornya hingga menyentuh minyak..biarkan balutan adonan mengembang dulu terkena minyak panas sambil sedikit di goyang goyangkan..hihi..agar keriting, baru lepaskan. Terdengar rumit..ah tidak kok..hihi..cobain dech. Kalau adonan langsung di tenggelamkan..otomatis menyentuh dasar wajan...jadinya pasti tempuranya jadi gepeng dulu, baru mengapung..hihi.

Agar Udang lurus dan panjang, kerat  bagian bawah udang sebelum di celup ke adonan Tepung Tempura basah ya. Sebelumnya juga baluri Tepung Tempura kering, baru dech masuk ke adonan basah. Jangan sekaligus memasukkan udang ke adonan Pencelup basah ya, tapi satu persatu ketika akan di masukkan ke penggorengan, agar suhu dingin adonan tetap terjaga. Waktu mencelup udang ke adonan juga jangan seluruh badan ya, sisakan bgian ekornya agar nampak cantik kemerahan ekor udangnya ketika di sajikan. Jika nggak bisa gerak cepat waktu menggoreng Tempura, masukkan aja bongkahan kecil es batu untuk menjaga adonan tetap dingin.

Oke, selamat  mencoba...mudah kok membuat Tempura sendiri di rumah, daripada beli di restoran..mahal kan teman-teman. Apalagi sekarang sudah ada Tepung Tempura praktis ya..jadi lebih mudah lagi untuk membaut Tempura sendiri di rumah. Tepung Tempura siap pakai ini produksi pabrik tepung terkemuka di Semarang. Cocok banget untuk menggoreng Udang, Cumi, Jamur, Ubi, dll..bahkan Jagung juga enak..aku pernah coba. Jika di daerah teman-teman belum ada, aku juga jual Tepungnya. Silahkan sms atau wa ke 089654712500 ya.


Tips Sukses Membuat Tahu Bulat Mulus & Kopong

Tips Sukses Membuat Tahu Bulat Mulus & Kopong


Hari Minggu kemaren, waktu jalan-jalan pagi..kita nemu penjual Tahu Bulat yang lagi menggoreng tahu. Karena penasaran Yodha mau coba..setelah lihat Tahunya yang mengembang bulat mulus. Akhirnya coba 5 biji..dan suka banget Yodha. Padahal biasanya Yodha doyan Tahu jika di buat Tahu isi aja..hihi. Aku ikut nyicip secuil memang lumayan enak.


Aku dulu sering bikin tahu bulat tapi memang Tahu bulat biasa yang nggak kopong dalamnya. Jadilah penasaran pengen mencoba ya kopong dan mengembang. Ternyata setelah aku lihat video pabrik pembuatan Tahu Bulat yang pakai mesin di You Tube, ternyata kandungan airnya harus benar-benar di peras hingga tersisa hanya 30 persen. Setelah itu tahu di mixer dengan bumbu-bumbu, pakai mesin juga hingga halus

Aku kemaren buat, namun tidak aku mixer sich..wong cuma buat sedikit, pakai 5 buah tahu. Aku pakai tangan aja aku uleni hingga lembut. Dan ternyata, kalau yang ala prabik Tahu Bulat itu nggak pakai telur, jadi mengandalkan penegmbang saja...lalu Tahu Bulat di cetak pakai mesin pencetak juga. Wah..pantesan bentuknya bisa bulat-bulat seragam ya teman-teman..jika beli Tahu Bulat di pinggir jalan itu..ternyata mungkin memang sudah ada suppliernya, Tahu Bulat mentah yang siap goreng.

Tapi..tetep..buatan sendiri lebih terjamin kebersihan dan minyaknya ya teman-teman..juga bumbunya bisa lebih sesuai selera. Jadi kemaren waktu Yodha minta di buatin Tahu Bulat, aku buat sendiri sedikit..cukup jadi sepiring lah buat Yodha..hihi. Untuk membuat Tahu bulat ada beberapa tips yang harus di perhatikan, berikut aku tulis ya teman-teman..semoga bermanfaat ya..

Tips Sukses membuat Tahu Bulat Mulus & Kopong :

Gunakan Tahu yang berkualitas agar Tahu tidak asam rasanya. 
Peras Tahu hingga kandungan air tersisa 30 persen saja. Cara memeras Tahunya, gunakan serbet pasar yang murah itu kan pori-pori kainnya lebih lebar, jadi lebih mudah. Yang 10 ribu dapat 3 serbet tuch lho teman-teman. Namun sebelumnya di cuci dulu ya. Nggak susah kok jika pakai serbet itu memeras Tahunya. Tinggal Tahu di ulek sebentar, di masukkan ke serbet, dan di peras. Aku kemaren hingga dapat 1 gelas belimbing gitu meras airnya..hihi. Banyak ya ternyata kandungan air di Tahu..!

Setelah Tahu di peras, campur dengan bumbu. Gunakan bumbu kering semua ya. Jika mau ada aroma bawang, gunakan bawang bubuk, jadi rasa lebih soft dan mudah tercampur ke adonan. Jika pakai bawang putih segar juga bisa, tapi jangan terlalu banyak, agar tidak terlalu tajam nanti aroma bawangnya. Jika tidak suka bisa di ganti garam saja atau kaldu bubuk agar gurih. Aku pakai semua agar balance rasa gurihnya. Jika perlu adonan di mixer sebentar hingga lembut, tapi bisa juga di uleni saja hingga lembut.

Gunakan Baking Powder yang Double Acting agar pemakaian pengembang bisa sedikit saja. Baking Powder Double Acting ini lebih efektif untuk membuat Tahu Bulat mengembang ketika di goreng, jadi tidak perlu  banyak pemakaiannya. Contoh merk Baking Powder Double Acting itu misalnya Hercules. Bisa di beli di toko bahan kue ya. Pemakaian pengembang Baking powder ini wajib ya...karena adonan tidak pakai Telur. Kalau pakai Telur bisa juga mengembang, namun akan mudah kisut kembali ketika dingin dan amis aroma telurnya.

Setelah Tahu yang sudah di peras di campur bumbu dan baking powder, selanjutnya di bentuk bulat-bulat. Jika mau seragam bulatannya..bisa di timbang pakai timbangan digital adonannya. Jadi bisa cantik seragam. Kalau aku kemaren kok asal bulat-bulat saja..jadi ada yang besar, ada yang kecil..hihi. Selanjutnya, simpan dulu bulatan Tahu di kulkas hingga dingin, agar ketika masuk ke penggorengan nanti nggak langsung berkulit luarnya. Kalau langsung berkulit itu nanti tidak akan mengembang Tahunya, karena sudah terkunci kulit luarnya.

Waktu menggoreng Tahu bulat juga minyak jangan terlalu panas ya, agar mengembangnya perlahan-lahan. Adonan Tahu Bulat yang sukses itu bisa mengembang, jadi dua kali lipat ukuran bulatan mentahnya ya teman-teman. Jadi jika di goreng di minyak terlalu panas, keburu kering kulit luarnya dan nggak bisa mengembang lagi. Goreng di minyak agak banyak agar bisa terendam, aduk-aduk terus agar matang merata, dan tidak kisut lagi ketika kita diamkan tanpa di aduk di wajan. Perhatikan foto yang di wajan itu tetap stabil mengapung dan tidak kembali kisut, itu tandanya Tahu Bulatnya sudah kering dan kopong dalemnya ya teman-teman..jadi bisa di angkat.

Jika kita goreng perlahan dengan api kecil, hasil Tahu Bulatnya juga lebih cantik warnanya..tidak gosong. Lama proses menggorengnya sekitar 10 - 15 menit ya. Memang lama, dan butuh kesabaran waktu menggoreng Tahu Bulat ini.. namun percayalah..nanti capeknya terbayar kok jika melihat Tahu bulat yang mulus mulai mengapung dan tidak kisut lagi. Ajaib..kata Yodha..hihi. Dan..jikaaa mau sekalian gorengnya seperti di Abang pinggir jalan, pakai saja wajan agar besar..hihi. Karena di jamin, sekali goreng pasti langsung habis.

Untuk bumbu Tahu bulatnya, sesuaikan selera saja ya. kalau aku..kemaren buat 5 buah tahu, setelah aku peras, jadi 290 gram beratnya, tambah 1 sendok teh kaldu ayam bubuk ( aku pakai Alsultan yang alami ), 1/4 sendok teh bawang putih bubuk dan sedikit gula pasir serta garam jika perlu. Cicipi dulu rasanya hingga pas rasanya sebelum di bentuk bulat-bulat ya. Yodha malah punya ide, minta Tahu bulat isi sayuran kapan-kapan..hihi. Oke..selamat mencoba ya teman-teman..semoga bermanfaat ya sedikit tipsnya.

Seperti ini ya..Tahu Bulat yang sudah mengembang dan Kopong, walau di diamkan di wajan tanpa di aduk-aduk..tetap mulus dan tidak kisut kembali. Jika kita berhenti mengaduk Tahu Bulat waktu menggoreng, amati ya..jika Tahunya kembali kisut, berarti belum kopong dalamnya..jadi harap bersabar lagi untuk mengaduk-aduk Tahu Bulatnya lagi ya..hihi. Semangat...!


Tips Membuat Martabak Mini Lipat

Tips Membuat Martabak Mini Lipat


Yodha pulang sekolah langsung minta cemilan..laper banget katanya. Tapi nggak mau langsung makan. Di rumah nggak ada cemilan apa-apa...karena belum belanja. Akhirnya seperti biasa...aku tawarkan aja mau apa..pakai tepung siap pakai yang aku jual kan banyak favorit Yodha..ada muffin..brownies, leker, dll. Yodha maunya Martabak mini aja. Ada dong Tepung premik Martabak mini jualanku..hihi. Jadi ya praktis aja..tinggal aduk adonan sebentar, diamkan hingga mengembang...panggang dech.

Menjawab pertanyaan teman-teman..bikin Martabak Mini pakai pengocok adonan manual bisa tidak ?..Bisa..aku tadi cuma bikin sedikit, jadi pakai whisk manual aja..bisa halus juga adonan. Terus diamkan selama 15 - 30 menit agar adonan mengembang dulu, baru di panggang. Nah..yang paling penting, jika membuat martabak mini mau berlubang-lubang cantik dan tidak bantat, adalah cetakan harus panas dan stabil. Jika kurang panas, adonan nggak mau mengembang, hasilnya bantat, lemes dan tidak mau berlubang-lubang adonannya.

Yodha minta Martabak mini lipat, karena kemaren waktu kita jalan-jalan di pasar kaget hari Minggu, beli martabak mini lipat itu enak. Luarnya renyah kriuk...dalemnya lembut. Jadi Yodha minta di buatin sendiri. baiklah Kak...mudah...kan ada Tepung martabak siap pakai jualan Mami..!..hihi. Jadi tadi aku buat..dan hasilnya seperti di foto ini nich..luarnya renyah, dalemnya lembut..enak banget kata Yodha. Tadi aku isi meises sama kacang. 

Perhatikan foto berikut ini ya teman-teman..yang paling ujung atas itu tadi belum panas pan nya sudah aku tuang adonan, biar jadi gambaran buat teman-teman..hasilnya seperti apa jika pan kurang panas...hasilnya seperti masih putih kan..nggak bisa kering luarnya. Itu karena pan belum panas. Kalau yang lain..pan sudah panas, begitu adonan di tuang, langsung terbentuk kulit bagian bawah..adonan mengembang dan jadilah cantik kecoklatan bagian luarnya. Tunggu hingga adonan berlubang-lubang seperti di tengah itu penampakannya, lalu kita taburi sedikit gula, olesi margarin..lalu kita beri isian, lalu di lipat. Jika mau kriuk, kecilkan api dan panggang hingga luarnya renyah.


Untuk cara pemakaian Tepung Martabak, sudah ada di kemasan ya teman-teman. Jika teman-teman mau mencoba pakai tepung sendiri, silahkan di coba resep di SINI..tapi yang versi martabak brownies ya teman-teman..karena, kalau martabak biasa, aku selalu pakai Tepung martabak siap pakai. Jika mau lebih praktis, dan minat Tepung premik Martabak Manis siap pakai, bisa sms atau wa aja ke 089654712500 ya.





Tips Mengolah Babat & Iso

Tips Mengolah Babat & Iso


Babat lagi..Iso lagi...hihi. Ya begitulah..kalau Yodha lagi suka suatu masakan...tak pernah bosan dia minta di masakin terus. Yodha suka Babat dan Iso...sejak suka makan Nasi goreng Babat di alun-alun Ungaran..ada beberapa yang enak di sana. Lalu berlanjut sering makan ke Pak Karmin di Mberok...Yodha tambah suka. Selanjutnya..tau sendiri dech...udah berkali-kali aku masakin sendiri di rumah..tetap nggak pernah bosan.

Babat dan Iso adalah jerohan Sapi bagian perut. Kalau di Semarang...banyak masakan pakai Babat & Iso ini. Yang sudah terkenal antara lain Babat Gongso, Nasi Goreng Babat. Pecel pakai Babat bacem, Bakso dll. Beneran lho teman-teman..jika makan Bakso kuah di Semarang yang versi jadul itu pakai jerohan lho di kuahnya. Seperti Bakso di Pak Geger dll yang legendaris. Dulu aku merasa aneh pertama makan Bakso kok kuahnya pakai Jerohan. Tapi..lama-lama jadi terbiasa..dan suka malah...hihi. Pokoknya warung makan yang menjual Babat dan Iso matang..banyak di Semarang..hihi. Aku dulu ya suka  banget makan Babat Iso. Tapi setelah di pikir-pikir udah semakin umur, nggak bagus juga kebanyakan kali ya makan Babat Iso ini..jadi kalau beli buat Yodha aja dech...kalau kepengen banget tingga minta sesuap..hihi.

Babat ada berbagai jenis, ada yang bagian lembaran tipis seperti handuk..hihi. Itu lebih mudah empuk..dan Yodha suka itu. Ada juga yang seperti sarang lebah..ini daging Babat bagian putihnya lebih tebal, namun agak lama merebusnya hingga empuk. Jika di Semarang, yang tebal dan seperti Sarang Lebah ini biasanya untuk campuran kuah Bakso, karena lebih kenyal dan padat. Sedang yang lembaran seperti handuk, banyak untuk campuran Nasi goreng, Babat Gongso atau di bacem untuk teman makan Pecel.

Biasa, jika beli aku beli banyak sekalian, misal Babat 1/2 kg, Iso 1/2 kg ..lalu aku presto semua. Jadi menyimpan di freezer sudah dalam kondisi matang dan siap di olah. Jadi nggak repot lagi mengurus Babat Iso mentah yang memang butuh waktu dan teliti. Sebelum mengolah Babat Iso, pastikan juga kita membeli yang bagus kondisinya dan segar. Kalau lihat di pedagang daging di pasar tuch kadang ada yang ngeri-ngeri sedap ih...Babat Isonya di taruh asal-asalan di ember...hihi. Kadang udah bertumpuk di situ berhari-hari jika aku lihat nggak fresh. 

Makanya aku kalau beli Babat Iso selalu ke tukang daging ya terpercaya...langgananku..yang dagangannya selalu habis setiap hari..dan malah jika tidak di pesan dulu...dia tidak membawa Babat, Iso, dll..jadi terjamin fresh dan baru dari tempat pemotongan sapinya. Alhamdulillah..jadi nggak ragu-ragu kasih makanan yang berbahan Babat dan Iso ini untuk Yodha. Memang sich..daripada beli matang dan kita nggak yakin asal usulnya, lebih baik beli dalam kondisi mentah dan segar, walau sedikit repot, tapi kan kualitas terjamin.

Untuk mengolah Babat dan Iso ini memang sedikit repot. Pertama kita harus membersihkannya dengan air mengalir hingga benar-benar bersih. Selanjutnya, kita rebus dulu hingga mendidih dan bergolak agar lebih steril, sebelum kita rebus hingga empuk. Cuci kembali hingga benar-benar bersih. Di tahap ini untuk isonya, biasanya isinya aku buang. Aku semprot aja pakai air mengalir yang kenceng gitu, karena Yodha suka Iso yang kosongan dan bersih..jadi tidak bau dan neg..katanya. Setelah bersih, lalu kita lakukan perebusan kedua. Agar lebih cepat, biasanya aku pakai panci tekan atau presto, agar menghemat waktu dan lebih cepat empuknya. 

Waktu merebus dengan panci presto ini, tambahkan banyak daun salam, agar aroma amis dan tidak sedap dari babat atau isonya berkurang.  Bisa juga di tambahkan jahe agar tidak ada aroma amis tertinggal. Jika mau lebih enak lagi, selama proses perebusan kedua ini juga aku tambahkan sedikit bumbu seperti garam, gula merah, bawang merah dan putih serta ketumbar halus, sedikit saja,..jadi seperti di bumbuin baceman, tapi lebih ringan..agar ketika di olah tidak bentrok rasanya dengan bumbu masakan lain. Jadi sekedar ada rasanya sedikit. Namun jika mau rasa asli Babat Iso, waktu perebusan kedua, cukup di beri sedikit garam saja. Nanti jika mau di masak, tinggal di bumbuin sesuai selera. Kalau Yodha lebih suka yang sudah aku bumbuin bacem ringan dulu sebelum di olah lagi menjadi Babat Gongso atau Nasi Goreng, jadi lebih gurih, katanya.

Oke..untuk resep Babat Gongso..sudah pernah aku share di SINI ya teman-teman..resepnya. Untuk Nasi Goreng Babat juga..sudah pernah aku tulis di SINI. Selamat mencoba..dan jangan ragu untuk mengolah Babat Iso ya..enak kok..asal..jangan terlalu sering dan terlalu banyak ya..hihi.

DD

Sop Ayam Gingseng

Sop Ayam Gingseng



Musimnya  mulai sering hujan deras lagi ya teman-teman. Apa di Semarang aja atau kota lain ya. Soalnya..kepokananku Dewi di Karawang bilang, kalau di sana panas terus. Padahal di sini dingin banget, sampai pada meriang semua. Untung Yodha masih libur, jadi bisa di jaga kondisi badannya dengan istirahat dan makan makanan bergizi. Aku juga, walau agak meriang, tapi doping terus makanan sehat dan istirahat cukup, alhamdulilah yang sehat dan tetap bisa bekerja seperti  biasa.

Tadi nggak sempat ke pasar, tapi ada satu ekor ayam pejantan. Aku dari kemaren pengennya  itu makan yang segar-segar berkuah gitu...terus pakai sambel yang pedes. Sedangkan Yodha...maunya di buat Ayam Bakar. Ya sudah biar semua senang, ayamnya akhirnya di masak jadi dua macam menu. Separo aku buat Sop Ayam, separonya aku buat Ayam Bakar Bumbu Bacem.

Untuk Sopnya, aku buat seperti Sop Ayam Pecok ala Pak Min Klaten saja yang sudah cocok di lidah untuk Sop ayam jenis utuhan gini. Tapi kali ini, aku coba bumbunya di ulek sebagian, kalau yang resep dulu aku geprek saja. Jadi dagingnya di buat potongan besar-besar ya teman-teman, bukan di iris-iris. Rasanya lebih gurih dan rasa alami gurih ayamnya muncul. Cobain dech sekali-kali masak menu sederhana seperti ini. Bisa memanjakan lidah juga lho, jadi ringan dan gurih saja alami dari ayamnya. Tentu di padu sambal rawit yang pedas dan kecap manis, serta jeruk nipis, jadi tambah seger lagi. Nggak perlu jajan lagi dech ke warung Sop ayam pak Min, bikin sendiri lebih mudah kok teman-teman.

Sebelum di buat Sop, kita buat kaldu Ayam dulu ya. Tips dan cara membuat kaldu ayam, sudah pernah aku posting ya di webku ini. Untuk Ayam lebih enak pakai Ayam Kampung atau Pejantan. Tapi jika mau ekonomis, pakai Ayam Pejantan saja teman-teman. Harga ayam kampung ngeri sekarang, bisa 70 ribu per ekor di pasar sini. Kalau Ayam Pejantan kan separuhnya. Atau jika mau ekonomis, bisa pakai Ceker juga...jadilah Sop Ayam Ceker...hihi.

Oh iya, biar beda tadi Sop Ayamnya aku tambah Gingseng, kebetulan dapat oleh-oleh Ginseng asli dari Korea, dari bu Ambar waktu beliau jalan-jalan ke Korea beberapa waktu lalu, jadi bisa buat Sop Gingseng ini. Dulu pengen coba bikin Sop Gingseng, tapi aku kira harus pakai Gingseng yang masih utuh. Ternyata kemaren aku lihat chef Judi Joo dari Korea di AFC, bisa kok pakai Gingseng bubuk. Rasanya enak tetap gurih, karena Gingseng ini tidak mengubah rasa gurih dari kaldu ayam dan bumbu. Hanya untuk sebagia penambah doping alami saja ya agar lebih sehat, karena Gingseng ini kan sangat bermanfaat. Tapi jika tidak ada, tidak pakai ya nggak masalah teman-teman.

Untuk resep Sop Ayam Gingseng ala Diah Didi Kitchen, bukan ala Korea tapi ya..hihi. Resep Sop Ayam  biasanya saja yang sering aku buat, aku tambah Gingseng. Oke, berikut resepnya ya, untuk satu ekor ayam utuh. Tadi aku buat separo resep saja :
Sop Ayam Gingseng

Bahan :
1 ekor ayam kampung atau pejantan, potong jadi 4 bagian
2500 ml air
2 batang daun sledri
1 sendok makan bawang goreng
4 cm jahe, kupas, memarkan
1/2 buah pala, geprek
2 cm kayu manis batangan, biarkan utuh
1 sendok teh kaldu ayam bubuk
Garam secukupnya
Gula Pasir 1 sendok teh, 2 sachet kecil Gingseng Korea
Bumbu Halus : 4 buah bawang putih, 6 butir bawang merah,
1 sendok teh merica butiran, haluskan
Cara Memasak :
Rebus ayam dan air dengan api kecil..sampai keluar kaldu beningnya. Buang bagian lemak yang mengapung di atas kaldu. ( Tips membuat kaldu bening yang enak..klik di sini )
Tumis bawang bumbu halus hingga harum, masukan ke rebusan kaldu, dan bumbu-bumbu lain. Rebus kembali hingga ayam empuk dan bumbu meresap.
Tips Membuat Perkedel Kentang

Tips Membuat Perkedel Kentang



Hari ini Yodha kok minta menu Nasi kuning...lauknya Ayam bakar lagi..hihi. Otomatis nggak masak menu baru..sudah hafal semua kan resepnya sudah sering aku posting beragam menu ayam bakar dan juga Nasi kuningnya. Jadi hari ini mau nulis tentang perkedel saja ya.


Kebetulan tadi bikin perkedelnya pakai ayam..jadi beda kan..perkedel Ayam...hihi. Walau sama-sama perkedel, di kasih cincangan daging ayam rebus, sudah pasti tambah enak. Jadi seperti perkedel ala Fast food itu lho teman-teman. Kalau beli kan mahal..sebiji aja berapa coba itu. Jadi ayuk buat sendiri ya di rumah..mudah banget kan..bikin Perkedel ini.

Tapi, walau mudah..kadang-kadang ada teman yang baru belajar masak masih suka gagal nich bikin perkedel. Ayuk semangat ya...bisa..karena biasa. Perkedel ini termasuk jenis gorengan yang tidak perlu di goreng terlalu lama ya teman-teman, karena sebenernya sudah matang kan, tinggal di goreng sebentar untuk membuat lapisan luarnya kecoklatan dan sedikit kering pinggirnya. 

Jika di goreng terlalu lama itu malah menyerap minyak nanti Perkedelnya. Sering kali aku ketemu Perkedel berminyak dech kalau beli Soto, dll..itu udah bikin males aja makan. Nah..sekarang aku kasih tips agar Perkedel lebih gurih ya, dengan di tambah Daging cincang yang di tumis, atau daging ayam rebus cincang, kornet, Hati Ayam juga enak, aku pernah coba. 

Adonan perkedel itu harus kesat ya, jika terlalu lembek nanti bisa menyerap minyak. Kentang bisa di goreng atau di kukus jika mau sehat. Atau jika mau praktis, bisa memakai Tepung Kentang flakes, seperti biasa jika aku bikin perkedel, sekarang aku nggak pernah repot pakai Kentang yang di goreng atau di kukus, tapi cukup pakai Tepung Kentang flakes, atau Tepung kentang yang di seduh. Lebih praktis dan mudah.

Untuk membuat adonan perkedel, bisa pakai Telur atau bisa juga tidak pakai. Aku suka-suka aja sich, kadang pakai, kadang tidak, tidak masalah asalkan adonan kalis, dengan di balut kocokan telur tidak akan ambyar. Contoh Perkedel yang adonannya tanpa telur seperti di foto-foto postingan ini ya. Jika mau adona bisa di tambah telur, kuningnya saja atau telur utuh. Namun harus di perhatikan jumlah perkedel yang di buat dengan telur yang di pakai ya, agar tidak jadi lembek adonannya malahan jika terlalu banyak telur. Jika mau hemat, jika sekedar buat 10 Perkedel untuk keluarga kecil, telur di bagi dua aja..setengah bagian untuk adonan, setengah bagian untuk celupan, cukup kok..pas..hihi.

Jadi resep Perkedel ini sangat fleksibel sekali, mudah di variasikan agar tidak bosan. Aku sangat suka perkedel, jadi sering banget mencoba berbagai macam variasi Perkedel. Untuk resep Perkedel Kentang Ayam, resepnya sama dengan versi yang Daging berikut ya..cuma di ganti Ayam. Resep-resep Perkedel lainnya sudah pernah aku posting ya, aku kasih linknya saja, daripada aku tulis ulang ya :

Perkedel Daging cincang, resep di SINI

Perkedel Cimplung ala Jawa Barat, resep di SINI

Perkedel Crunchy yang renyah di luar lembut di dalam ala warung Soto, resep di SINI

Perkedel Ala Warung Padang, resep di SINI 

Banyak ya..silahkan pilih, mana yang sesuai selera ya teman-teman..selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya.

Nasi Gurih Plus Lauk Komplet

Nasi Gurih Plus Lauk Komplet




Hari ini masak komplet..hihi. Soalnya Yodha lagi ujian..jadi dia pulang sekolah itu langsung kelaparan minta makan. Karena ujian..pulang setengah hari, nggak makan di sekolah. Makanya sebelum Yodha pulang aku sudah siapin menu favorit dia untuk makan siang. Yodha sekarang sudah suka menu-menu berbumbu, jadi nggak mau lagi menu anak-anak yang plain..hihi.

Dan..lagi iseng banget..tadi aku menata menunya di wadah makanan ala-ala Bento atau  katering gitu..hihi. jadi ini Bento ala Jowo ya. Nggak kalah menggoda kan..sama Bento-Bento ala Jepang teman-teman.. hahah. Yang pasti menunya mesti kemakan semua...karena favorit Yodha. Kecuali telurnya..itu favoritku..Telur dadar daun So..tapi aku kasih Yodha dia ya doyan juga..hihi.

Untuk Nasinya biar enak..aku masak Nasi Uduk..tapi Nasi Uduk Jawa...hihi..karena nggak pakai rempah-rempah. Atau lebih tepatnya di sebut Nasi Gurih jika di Jawa. Nasi gurih nich gurih aja harum salam, nggak berempah banget seperti Nasi Uduk Betawi. Tapi untuk lidah Jawaku aku lebih cocok Nasi Uduk Jawa alias Nasi Gurih yang soft gurihnya.

Oke..langsung saja ini dia resep Nasi Gurihnya ya. Untuk Lauknya sudah pernah aku posting semua di webku. Ada Ayam Panggang Klaten, namun aku buat versi ekonomis aja..pakai Ayam Broiler biasa, bukan ayam kampung, tapi aku pakai bagian paha, agar tidak mudah hancur ketika di ungkep lama dan lebih cantik jika buat Nasi ala Katering seperti ini. Untuk sambel Goreng Kentang sengaja pilih ya tanpa santan, karena lebih cocok untuk makan Nasi Gurih. Untuk telurnya aku pilih Terlur Dadar Daun So,,karena cantik warnanya, ada hijau-hijaunya gitu. Tapi jika tidak suka, bisa di gnati daun bawang ya teman-teman.

Oke,..semoga bermanfaat sedikit inspirasi bekal sekolah atau bekal untuk kerja, atau mau untuk usaha katering rumahan....sipp...selamat mencoba ya. Untuk resep-resepnya...aku share lagi yang Ayam Panggang Klaten ya...untuk resep lauk lainnya...silahkan di klik aja link-link berikut ya :

Sambel Goreng Kentang tanpa Santan, resepnya di SINI

Dadar Telur Daun So, resepnya di SINI 
Ayam Panggang Klaten

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
1 ekor ayam kampung ( dipotong 4 - 8 bagian )  / Ayam negeri ( jika ayam biasa, lebih baik pakai bagian paha, jadi lebih liat dagingnya..nggak mudah hancur )
2 lembar daun salam , lengkuas 2 cm memarkan
4 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya, disobek-sobek
1 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
1/2  sendok makan garam ( secukupnya )
1 sendok makan gula merah sisir
1 sendok teh asam jawa 
600 ml santan dari 1 butir kelapa
2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus:
1 sendok teh ketumbar
1/2 sendok teh merica
1/4 sendok teh jintan, disangrai
10 butir bawang merah
4 siung bawang putih 
5 butir kemiri, disangrai
1 cm jahe 
1 cm kunyit, dibakar

Cara Pengolahan :
Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, lengkuas dan serai sampai harum. Tambahkan ayam. Aduk sampai berubah warna.
Masukkan santan, garam, gula merah, dan air asam. Masak sampai meresap dan bumbu dan santan  mengental  jadi areh
Bakar sambil dibolak-balik dan dioles sisa bumbu sampai harum.
Nasi Gurih

Bahan :
250 gram beras, dicuci bersih
2 lembar daun salam
1 sendok teh garam
400 ml santan

Cara Pengolahan :
Cuci bersih beras
Rebus santan, daun salam dan garam sampai mendidih
Masukkan beras
Aduk dan masak sampai santan habis
Kukus sampai matang
Mencoba Membuat Tempoyak Sendiri

Mencoba Membuat Tempoyak Sendiri


Hari Minggu ini off dulu posting resep peserta give awaynya ya teman-teman..jadi hari ini hari terakhir vote postingan selama satu minggu kemaren..jadi mohon bantuan kepada teman-teman lain  yang nggak ikut give away, kiranya bisa memberikan penilaian dengan cara memberikan like kepada resep masakan tradisional favorit teman-teman ya...di page Diah Didi's Kitchen di Facebook. Kebetulan juga hari Minggu lagi ada acara di luar tadi..jadi baru pulang jam segini. Jadi aku posting yang ringan-ringan aja ya di weekend ini.

Kemaren, sehabis pulang tenis, suami bawa durian..katanya hasil metik di kebun mertua..ada beberapa buah dan ada satu yang matang. Wah..asyikk..dapat duren gratiss..hihi. Bukan karena aku suka duren sich..tapi karena aku penasaran pengen buat Tempoyak. Beberapa waktu lalu, ada beberapa teman yang mengirimkan resep memakai tempoyak. tapi karena di sini nggak ada yang jual..otomatis, harus buat sendiri kan. Tapi mau beli durian..kok ndak klakon-klakon..selain mikir mahal..juga nanti kalau nggak jadi kan sayang ya..hihi. Tapi karena ini dapat durian runtuh..eh durian gratis dari kebun mertua..baiklah..jadi semangat lagi untuk mencoba membuat Tempoyak. Karena aku sangat penasaran..dengan tempoyak ini, maka kemaren langsung aku belah durennya..dan buat Tempoyak.

Aku, kalau durian asli yang segar gitu kok nggak suka..hihi. Tapi kalau di olah jadi makanan, semisal dodol durian gitu..aku masih doyan. Apalagi kalau udah jadi es krim..aku doyan juga..hihi. Yodha juga..maunya makan durian kalau udah jadi es krim aja. Nah..makanya aku penasaran sama rasa Tempoyak ini, karena katanya enak banget untuk membuat sambal atau campuran masakan. Karena nggak ada yang jual, aku coba tanya ke teman-teman yang kirim resep tempoyak, cara membuatnya. Selain itu, aku juga browsing di internet cara pembuatan tempoyak. Dan akhirnya kemaren aku buat dech. tapi..belum langsung jadi ya..hihi. Harus bersabar menunggu fermentasi selama 1 minggu. Wuah..moga-moga aku nggak kelupaan..ingatkan aku ya teman-teman..hihi..gimana hasil tempoyakku minggu depan..moga-moga jadi.

Dari saran teman dan hasil browsing, begini cara buat tempoyak yang aku praktekkan kemaren :

Durian matang di pisahkan daging dan bijinya. Lalu daging buah durian di lumatkan. Setelah itu di timbang. Dari berat daging durian lumat ini, kita pakai untuk menakar garamnya. Yaitu 2 persen dari berat daging duriannya. Katanya sich jangan terlalu banyak pemakaian garam ini, agar Tempoyak tidak asin. Selanjutnya, campur daging durian lumat dengan garam. Ambil wadah kedap udara, alasi dengan daun pisang, lalu letakkan daging durian yang sudah di beri garam tadi ke dalam wadah. Beri 1 buah cabai merah. Cabai merah di sini fungsinya agar durian nggak membusuk. Setelah itu tutup kembali dengan daun pisang, dan tutup wadah kedap udaranya hingga benar-benar rapat. Selanjutnya..sabar ya..musti tunggu satu minggu untuk tunggu hasilnya jadi tempoyak yang sudah terfermentasi. Katanya, ciri tempoyak yang baik itu terasa sedikit asam, bukan asin. Baiklah..akan aku tunggu dan lihat hasilnya nanti. Wish me luck ya teman-teman..semoga aku sukses dalam membuat tempoyak ini..hihi.

Wah..gak sabar menunggu minggu depan..dan masak pakai tempoyak..:D


Bakpao Green Tea

Bakpao Green Tea


Alhamdulillah..sejak kemaren pengumuman lomba resep untuk give away  resep-resep andalan keluarga khas daerah di Indonesia, sudah beberapa yang kirim resep..hemm..ternyata kekayaan kuliner Indonesia sangat kaya..banyak resep kiriman teman-teman itu yang bener-bener baru dan belum pernah coba..serta nggak banyak beredar di internet juga..wah senangnya. Pasti teman-teman penasaran juga kan..tunggu ya tanggal tayangnya..mulai Senin depan..kita bakalan sama-sama berpetualang rasa ke seluruh Indonesia..lewat masakan tentunya. Tunggu ya...dan buat teman-teman lain yang punya resep unik andalan keluarga dan khas daerah tertentu di Indonesia, aku tunggu ya..kiriman resepnya..hingga minggu ketiga bulan Desember kok..dan ada hadiahnya..total 2 juta rupiah untuk 8 orang resep terfavorit pilihan teman-teman lain nanti yang mendapat like terbanyak di page Diah Didi's Kitchen. Yang ketinggalan info tentang give away ini..silahkan meluncur kemari ya..syarat-syaratnya ada di SINI

Okey..sambil menunggu resep-resep terkumpul..kita buat cemilan dulu yuk..kali ini aku buat bakpao. Lama nggak buat bakpao. Kemaren ada teman yang tanya fungsi tepung tangmien yang aku jual itu untuk apa..ya buat bakpao ini salah satunya. Dengan tambahan tepung tangmien, bakpao akan lebih lembut, dan jika tidak di beri warna, akan putih bersih cantik penampakan bakpaonya seperti bakpao yang di jual-jual gitu.

Tapi, biar beda rasanya, aku buat bakpao, separo aku kasih rasa green tea tadi. Iseng aja..coba-coba..ternyata..hasilnya enak lho..nggak pahit  atau sepet dan green teanya terasa. Pas pertama udah takut kalau rasanya aneh..ternyata..enak. Untuk isian aku kasih coklat pasta siap pakai beli di tbk, biar nggak ribet bikin isian...walau papinya Yodha portes..kok ngga di buatin yang isi ayam..hihi. Biar lebih lucu bakpao green teanya aku buat bentuk kura-kura..hihi. Cute kan teman-teman...! Aku pakai green tea yang bagus..agak mahal sich memang harganya..tapi rasanya enak..dan pakai dikit aja udah lumyan keluar warna hijaunya. Jadi bisa buat pewarna hijau alami juga nich teman-teman, green tea ini. Besok aku mau buat leker green tea ahh.

Oke..resep bakpaonya masih sama resep yag dulu yang sudah aku posting resepnya di SINI..cuma bedanya separo adonan aku tambahin green tea bubuk tadi..jadi warnanya bisa cantik, serta ada aroma green teanya. Enak dech..harum..menul-menul empuk. Bakpao paling enak di nikmati sesaat setelah di kukus. Jadi jika mau di simpan di kulkas bisa buat besok, tapi hangatkan dulu sebelum di sajikan dengan cara di kukus lagi sebentar saja. Pas banget tadi Yodha pulang, masih anget baru ngukus, langsung habis 2 biji dia..tapi bukan yang green tea..yang putih biasa isi coklat. Aku tawarin yang green tea...emoh katanya. Jadinya kebalik dah..Yodha yang makan bentuk bulat biasa..mak nya makan bakpao yang lucu dan imut bentuk kura-kura..hahah. Dasar Yodha..nggak suka yang cute-cute ya Kak..! Lol..


Nich bahan-bahan buat bakpao..yang paling penting tepung tangmien tuch..kalau aku..agar bakpaonya oke..yang tengah tuch..tepung jualanku tangmiennya..hihi. Tepung tangmien itu sari patinya terigu ya teman-teman. Biasa buat dim sum, hakao, dll. Kalau aku paling sering ya buat bakpao. Jika di tempat teman-teman kesulitan menemukan tepung tangmien..bias pesan di aku ya..hihi. Ada kemasan kecil kok..250 gram jika mau coba dulu. Yang mau pesan tepung tangmien sms aja ke 089654712500 ya.......:D


Nich adonan bakaponya kalis halus gini ya hasil akhirnya teman-teman. tadi aku bagi dua, separo aku biarkan putih, separo aku tambah 2 sendok teh green tea bubuk


Kalau ini yang sudah di tambah green tea bubuk, nggak hijau banget  sich ya warnannya..tapi ndak masalah, kan pewarna alami.


Iseng tadi aku bentuk bulat, roll hijau dan putih serta kura-kura ninja..hahah. Caranya mudah kok...kalau yang bulat ya tinggal di bulatkan gepeng saja setelah di isi. Yang roll, giling memanjang dua cemol adonan hijau dan putih ukuran sama, tumpuk, lalu gulung dech. Kalau yang kura-kura..bentuk bulat gepeng dulu, beri kaki dan kepalanya dari adonan putih, hias mata dengan wijen hitam atau selasih.


Setelah fermentasi ketiga, bakpao siap di kukus. Cukup 10 menit aja..bakpao hangat yang empuk menul-menul, siap tersaji. Yang lama tuch tunggu fermentasinya..hihi. Tadi iseng mencoba alat kukusan modern yang kekinian dari plastik ini..ternyata bisa juga buat ngukus bakpao. Biasa ngukus pakai dandang..hahah..ndeso..!


Ini dia hasilnya..bakpao menul-menul empuk bingits..siap di sajikan.



Yang ini..iseng lagi..karena Yodha dan papinya nggak pada mau makan bakpao green tea..aku hias sekalian pakai green tea pasta..buat motif kulit kura-kuranya..hahah..lucu kan teman-teman. Maknya kecentilan..hihi..coba punya anak cewek..pasti heboh ya..di buatin bakpao cute gini..:D